
Belajar tentang ular bersama Om Riza
Kemarin pagi, aku terburu-buru bersiap untuk berangkat menuju bogor untuk ikut kegiatan OASE untuk bertemu Om Riza “Caca” Marlon. Om Caca adalah seorang fotographer alam
Namaku Yudhistira Gowo Samiaji, biasa dipanggil Yudhis. Blog ini adalah hadiah ulang tahun ke-8 yang diberikan oleh orang tuaku. Aku seorang Homeschooler dan blog ini adalah tempat aku menuliskan kegiatan yang aku lakukan.
Sebagai seorang pembelajar mandiri, sebagian besar keterampilanku aku pelajari secara online dan tanpa melalui lembaga formal. Aku memiliki minat yang sangat lebar, antara lain desain grafis, sejarah, filsafat, dan programming.
Sekarang aku terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia.
Apakah sekolah satu-satunya cara untuk sukses? Adakah cara lain untuk belajar tanpa harus terkunci dalam struktur yang kaku seperti sekolah? Mau tahu cara belajar anak yang tidak pernah sekolah tapi berhasil diterima kuliah di Universitas Indonesia?
Buku ini bercerita tentang perjalananku, sebagai seorang praktisi homeschooling. Cerita perjalananku hidup tanpa pernah bersekolah membangun portofolio karya, magang di perusahaan, hingga diterima kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Banyak cerita baik dan buruk yang hanya baru keluar di buku ini.
Anda dapat memesan buku ini langsung di:

Kemarin pagi, aku terburu-buru bersiap untuk berangkat menuju bogor untuk ikut kegiatan OASE untuk bertemu Om Riza “Caca” Marlon. Om Caca adalah seorang fotographer alam

Weekend (15 – 16 April) lalu aku mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengamatan burung di Pulau Rambut bersama Jakarta Bird Walk sebagai hadiah karena aku menang

Single Variable Calculus, Multivariable Calculus, Linear Algebra, Probability and Statistics, dan Introduction to Statistical Learning. Semua ini adalah materi yang perlu aku pelajari untuk mempelajari

AAAAARRRGHHHHHHHHHHH….. adalah perasaan ku kurang lebih ketika aku sadar bahwa kacamata 1.3jt ku sudah tidak ada dan tidak bisa aku temukan dimana-mana… (Sebelumnya: Malam Terakhir)

“Ternyata enak juga bikin tempe pake kaki” adalah quote dari salah satu anak eksplorasi ketika mereka sedang mengupas kulit ari dari kedelai untuk membuat tempe di

“Arghhh jangan… yak bagus bagus bagus.. arkh keambil… tidak jangan…. aaahh sayang sekali”, suara yang bisa didengar di rumah Bu Gun ketika kami sedang menonton

“Hiduplah Indonesia raya, Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri…” Reff dari lagu yang kami dengar dan nanyikan selama perjalanan menuju Palbapang karena

Pohon-pohon rindang yang bergoyang akibat angin dingin yang bertiup, stupa-stupa berdiri tegas di angin yang kencang, perasaan kehangatan dan kesedihan melandaku ketika mengingat celanaku yang rusak adalah perasaanku ketika

Oh woooow….. adalah kata yang sering sekali terucap dari mulutku selama beberapa hari mengelilingi berbagai “Home Industry” yang ada di sekitar Dusun Maitan. (Sebelumnya: Menuju Dusun
Dunia Yudhis © 2018